Justru itu Allah tidak janjikan kematian kita Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita Oleh itu jangan senang hati Ingatlah sentiasa Tuhan setiap waktu Ingatlah mati di dalam sebarang hal Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa Hidup di dunia hanya sekali Mengapa kita belum pun menambah amalan Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa Hidup di dunia hanya sekaliIngatlah kematian itu
dan dari saat ke saat
di waktu tua
disebabkan sakit
tidak pun sakit pun boleh mati juga
kematian pasti kan berlaku
tunggulah kematian dari nafas ke nafas
agar kita tidak angan-angan melalaikan
karena kematian kita tidak tahu
agar kita sentiasa gentar dengan Tuhan
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.
sedangkan umur makin lama berkurangan
apabila sudah sampai ke sempadan akan menyesal
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.
[sebuah sajak dari seorang guru sufi]
[sajak ini ditulis tahun 1997]
Bangunlah, Raih Kegemilangan..
Dicatat oleh ozay wahid | 1/27/2009 11:15:00 PTG | Seputar Puisi | 0 ulasan »Bangunlah,
Raih Kegemilangan...
Angkatlah dagumu,
sebab masa depan
bukan dibelakangmu...
Kepalkan tanganmu,
sebab kau haram
menyerah....
Pandanglah matahari
hingga ia terbakar,
Dan membakar segala
ragu....
Petiklah bintang hingga
ia berjatuhan dalam hatimu....
agar kau tak hilang arah...
Helang terbang kerana
ia mengepakkan sayapnya....
Air jernih kerana
ia terus mengalir....
Hanya kematian yang
membuatmu berhenti....
Sebab langkahmu diberkahi Tuhan..
Ikhlas daripada:
Dylan - Brunei DS 23/01/2009
(coretan dari cbox chating)
KABUS DI KAKI GUNUNG
Baru aku terasa betapa halus putih kabus itu
Sejuk menerpa ke seluruh jasadku
Bergumpalan kabus menutupi lereng tani
Berderet sayuran menghijau dilembah
Penuh erti dalam sejuta kata
Begitu juga sebalik hidup mereka......
Ahh.. aku di sini untuk apa?
Penuh tanda tanya berligar di minda
Terlihat kelibat pekebun tua menjinjing
jajaan ke pasar sederet di pekan
Anak kecil juga turut mengekorinya..
Itu sajakah rutin hidupnya???..................
Kini berabad sudah usia kaki gunung itu
Namun kedut wajah si pekebun tua
Tetap ceria dan dalam rona hidup sedarhana....
Berjalan membelah kabus pagi itu
Bagai menelusuri awan
Namun di kaki gunung itu
Kabus sentiasa menyelimutinya
Tanpa ada sengketa di sana ............
Dan kini kabus putih itu tetap juga bersatu
Di kaki gunung walau masa sudah berubah........
Dicatat pada : 25/01/2009 Ahad Jam 10.07pm
Bilik N4, Kinabalu Pine Resort, Kundasang.


