MagzNetwork

Memaparkan catatan dengan label Seputar Puisi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Seputar Puisi. Papar semua catatan

Ingatlah Kematian

Dicatat oleh ozay wahid | 2/15/2009 01:12:00 PG | | 1 ulasan »

Ingatlah kematian itu 

dari detik ke detik
dan dari saat ke saat

Justru itu Allah tidak janjikan kematian kita 
di waktu tua

Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita
disebabkan sakit
tidak pun sakit pun boleh mati juga

Oleh itu jangan senang hati
kematian pasti kan berlaku
tunggulah kematian dari nafas ke nafas
agar kita tidak angan-angan melalaikan

Ingatlah sentiasa Tuhan setiap waktu 
karena kematian kita tidak tahu

Ingatlah mati di dalam sebarang hal 
agar kita sentiasa gentar dengan Tuhan

Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

Hidup di dunia hanya sekali
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

Mengapa kita belum pun menambah amalan
sedangkan umur makin lama berkurangan
apabila sudah sampai ke sempadan akan menyesal

Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

Hidup di dunia hanya sekali
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

[sebuah sajak dari seorang guru sufi] 
[sajak ini ditulis tahun 1997]

Bangunlah, Raih Kegemilangan..

Dicatat oleh ozay wahid | 1/27/2009 11:15:00 PTG | | 0 ulasan »


Bangunlah, 

Raih Kegemilangan...

 

Angkatlah dagumu,

sebab masa depan 

bukan dibelakangmu...

 

Kepalkan tanganmu,

sebab kau haram

menyerah....

 

Pandanglah matahari 

hingga ia terbakar,

Dan membakar segala

ragu....

 

Petiklah bintang hingga

ia berjatuhan dalam hatimu....

 

agar kau tak hilang arah...

 

Helang terbang kerana

ia mengepakkan sayapnya....

Air jernih kerana

ia terus mengalir....

 

Hanya kematian yang

membuatmu berhenti....

 

Sebab langkahmu diberkahi Tuhan..

 

Ikhlas daripada:

Dylan - Brunei DS 23/01/2009

(coretan dari cbox chating)

 

Kabus Di Kaki Gunung

Dicatat oleh ozay wahid | 1/25/2009 10:19:00 PTG | | 0 ulasan »


KABUS DI KAKI GUNUNG


Baru aku terasa betapa halus putih kabus itu

Sejuk menerpa ke seluruh  jasadku

Bergumpalan kabus menutupi lereng tani

Berderet sayuran menghijau dilembah

Penuh erti dalam sejuta kata

Begitu juga sebalik hidup mereka......


Ahh.. aku di sini untuk apa?

Penuh tanda tanya berligar di minda

Terlihat kelibat pekebun tua menjinjing  

jajaan ke pasar sederet di pekan

Anak kecil juga turut mengekorinya..

Itu sajakah rutin hidupnya???..................


Kini berabad sudah usia kaki gunung itu

Namun kedut wajah si pekebun tua

Tetap ceria dan dalam rona hidup sedarhana....

Berjalan membelah kabus pagi itu

Bagai menelusuri awan

Namun di kaki gunung itu

Kabus sentiasa menyelimutinya

Tanpa ada sengketa di sana ............


Dan kini kabus putih itu tetap juga bersatu

Di kaki gunung walau masa sudah berubah........

 

Dicatat pada : 25/01/2009 Ahad Jam 10.07pm

Bilik N4, Kinabalu Pine Resort, Kundasang.