Keperibadian Abu Bakar r.a.
Dicatat oleh ozay wahid | 2/22/2009 11:13:00 PTG | Pedoman Muslim | 2 ulasan »WARKAH iblis bin syaitan
Dicatat oleh ozay wahid | 2/19/2009 06:06:00 PTG | Pedoman Muslim | 2 ulasan »WARKAH DARI iblis syaitan UNTUK MU (YANG SELALU LALAI)
Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya
Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya
Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH
Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani
Kita nonton film 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayuhlah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakansurat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' kerana sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu..
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.
Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan memberi surat ini dengan sesiapapun!!!!
Sekian dariku...
iblis bin syaitan bin iblis bin syaitan
Mengenang Akhlak Rasulullah SAW
Dicatat oleh ozay wahid | 2/19/2009 08:49:00 PG | Pedoman Muslim | 0 ulasan »Setelah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad!”. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.
Orang Badui ini mulai hairan. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini….” Ali menjawab, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahawa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahawa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)”
Badui ini lalu menemui Saidatina Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam yang sering disapa “Humairah” oleh Nabi ini hanya menjawab, “khuluquhu al-Qur’an” (”Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur’an”). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahawa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur’an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana boleh ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur’an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyemak Surah Al-Mu’minun : 1-11.
Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawapannya, kerana mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.
Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’” Apa lagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, kerana dalam sejumput episod tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.
Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam juga lah yang membuatkan khuatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya di sampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, “Mengapa engkau tidur di sini?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khuatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.” Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mengingatkan, “berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, kerana sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.” Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.
Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majlis Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mahu memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memanggilnya. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melipat serbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima serban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium serban Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tersebut.
Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan serbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kad lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani orang bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.
Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam selalu memujinya. Abu Bakar- lah yang menemani Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sakit. Tentang Umar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pernah berkata, “Syaitan saja takut dengan Umar, bila Umar melalui jalan yang satu, maka Syaitan akan melalui jalan yang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta’wil) mimpimu itu? Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menjawab “ilmu pengetahuan.”
Tentang Utsman, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sangat menghargai Utsman kerana itu Utsman menikahi dua puteri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. “Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.” “Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.”
Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rakan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah…ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.
Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahawa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Buktinya, dalam Al-Qur’an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, Allah menyapanya dengan “Wahai Nabi”. Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau.
Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam. Mereka ingin Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: “Angkat Al-Qa’qa bin Ma’bad sebagai pemimpin.” Kata Umar, “Tidak, angkatlah Al-Aqra’ bin Habis.” Abu Bakar berkata ke Umar, “Kamu hanya ingin membantah aku saja,” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud membantahmu.” Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyedarinya” (QS. Al-Hujurat 1-2)
Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, “Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahsia.” Umar juga berbicara kepada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan suara yang lembut. Bahkan konon khabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, kerana takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam takut akan terhapus amal mereka kerana melanggar etika berhadapan dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam.
Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi’ah. Ia berkata pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan ubat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami”
Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bertanya, “Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?” “Sudah.” kata Utbah. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.
Peristiwa ini sudah lebih ratusan tahun lalu. Kita tidak hairan bagaimana Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majlis ilmu. Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mahu mendengarkan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mahu mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah!
Ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tiba di Madinah dalam episod hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bahawa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam? “Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu.” Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawapan bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam telah menyerap di sanubari kita atau tidak.
Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada di antara kalian yang ingin menuntut balas kerana perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.” Para sahabat lain terkejut, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Khabarnya Umar langsung berdiri dan siap “membereskan” orang itu. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melarangnya. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam kehairanan ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam berikan pada mereka.
Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata, “Lakukanlah!”
Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan memeluk Nabi seraya menangis, “Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah.” Seketika itu juga terdengar ucapan, “Allahu Akbar” berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahawa permintaan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tidak merasa bahawa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahawa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam sebelum Allah memanggil Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam ke hadirat-Nya.
Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati mahupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun sangat hati-hati kerana khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung di tengah jutaan umat manusia? Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na’udzu billah…..
Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan dibalut serban dan tubuh yang menggigil berkata, “Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawapan kalian?” Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang menitiskan air mata. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam melanjutkan, “Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku kerana menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah…..?” Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, “Benar ya Rasul!”
Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, “Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah!”. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta kesaksian Allah bahawa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahawa kita mencintai Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. “Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam syurga yang sama dengan syurganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah”
Tips Menjaga Sahnya Ibadah Shalat
Dicatat oleh ozay wahid | 2/15/2009 02:43:00 PG | Pedoman Muslim | 1 ulasan »Berikut ini adalah sumber najis yang dapat terbawa ke tempat shalat: Dengan memperhatikan sumber najis terserbut, maka menjaga kesucian tempat shalat, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Kesalahan umum yang sering terjadi di zaman ini adalah sebagai berikut:Syarat sah ibadah shalat adalah sebagai berikut:
Suami yang soleh sangat bertanggung jawab pada keluarganya Tanggung jawab dunianya tidak dicuaikannya Kasih sayang, timbang rasa (kepada anak-anak dan isteri-isterinya) menjadi budaya Suami yang soleh sentiasa berkhidmat dengan keluarganya
Keluarganya dibawa mencintai dan takutkan Tuhannya
Mereka dididik beribadah dan berakhlak yang mulia
Syariat Tuhannya adalah disiplin di dalam rumah tangganya
Makan minum pakaian tempat tinggal diuruskannya
Tunjuk ajar nasihat dan pimpinan adalah kewajipannya yang paling utama
Karenah anak-anak dan isteri-isterinya dia sabar menanggungnya
Dihadapi dengan lemah lembut, tidak mengapa sekali-sekala menghukumnya
Sentiasa mendoakan mereka, berlapang dada amalan hidupnya
Kecewa dan putus asa mendidik tidak ada di dalam sikapnya
Malah sering bersimpati dengan kesusahan mereka
Urusan Akhirat sangat diutamakannya
Urusan dunia tidak pula diabaikannya, di waktu mereka memerlukannya
Kesalahan anak-anak dan isteri-isteri sentiasa dimaafkannya
Mereka dididik penuh bijaksana dengan penuh sabar & tabahnya
Rukun damai, hidup harmoni sentiasa diusahakannya
Rasa bersama bekerjasama, Tuhan diutama, keluarga bahagia
Begitulah suami yang soleh sentiasa bertanggungjawab kepada keluarga
Karena takutnya dengan Tuhannya dia sangat mengambil berat keluarganya
Anak-anaknya dan isteri-isteri sangat taat (dan menghormatinya)
kerana suaminya berwibawa dan sangat mulia
Justru itu Allah tidak janjikan kematian kita Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita Oleh itu jangan senang hati Ingatlah sentiasa Tuhan setiap waktu Ingatlah mati di dalam sebarang hal Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa Hidup di dunia hanya sekali Mengapa kita belum pun menambah amalan Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa Hidup di dunia hanya sekaliIngatlah kematian itu
dan dari saat ke saat
di waktu tua
disebabkan sakit
tidak pun sakit pun boleh mati juga
kematian pasti kan berlaku
tunggulah kematian dari nafas ke nafas
agar kita tidak angan-angan melalaikan
karena kematian kita tidak tahu
agar kita sentiasa gentar dengan Tuhan
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.
sedangkan umur makin lama berkurangan
apabila sudah sampai ke sempadan akan menyesal
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.
[sebuah sajak dari seorang guru sufi]
[sajak ini ditulis tahun 1997]
PERUBAHAN PADA SETIAP MINGGU KEHAMILAN
Dicatat oleh ozay wahid | 2/10/2009 03:33:00 PTG | Info Am | 4 ulasan »Pada minggu ke-24 pula, puan akan merasa gembira, sihat dan berpuas hati dengan perjalanan kehamilan puan. Kita akan dapati berat badan kita bertambah secara normal. Perlu kita ketahui bahawa pada minggu ini kedudukan kepala bayi lazimnya berada pada bahagian bawah. Manakala kulit bayi akan menjadi semakin menebal. Namun jangan terkejut sekiranya puan dapati muka menjadi sembap dan membengkak pada ketika ini. Ini kerana tubuh sudah mula menyimpan air yang berlebihan.
Abu Darda' memiliki harta amat banyak yang ia kembangkan dengan cara berdagang. Kerana kejujuran dan amanahnya, ia dipercaya oleh penduduk Makkah. Mereka membeli segala keperluannya kepada Abu Darda' sebab mereka yakin bahawa ia bukanlah penipu. Abu Darda' menjual barang-barang yang masih baik dan istimewa kepada mereka dengan harga yang menarik.
Suatu hari hati dan fikirannya terbuka untuk menerima Islam. Ia pergi menjumpai Rasulullah SAW, di hadapan baginda ia masuk Islam. Setelah itu ia mengetahui bahawa ada sesuatu perdagangan yang tidak akan rugi, iaitu perniagaan dengan modal iman, akidah dan jihad. Maka Abu Darda' memutuskan untuk menggunakan segenap fikiran, jiwa dan umurnya demi perniagaan di jalan Allah.
Abu Darda' tidak meninggalkan kehidupan duniawi sama sekali, tapi ia juga tidak melalaikan ibadah. Ia mampu menggabungkan antara perdagangan duniawi dengan ibadah. Antara dunia dengan akhirat. Antara muamalah yang benar dengan sesama manusia dan hubungan yang benar kepada Allah. Antara mengambil bahagian dari kehidupannya di dunia dengan bahagian kehidupannya di akhirat.
Ia menganggap bahawa berzikir kepada Allah, takwa, dan ibadah kepada-Nya itu lebih berharga daripada segala sesuatu yang di bumi baik yang berupa harta mahupun kesenangan lainnya. Tingkat takwa dan waraknya mencapai peringkat orang-orang yang suci lagi soleh. Kadang kala ia duduk berdiam diri. Apabila seseorang bertanya: "Untuk apa berdiam diri, hai Abu Darda'?" Jawabnya: "Berfikir satu saat itu lebih baik daripada ibadah sepanjang malam." Ertinya Abu Darda' yang ahli ibadah dan hidup zuhud ini sedang memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, memperhatikan keindahan ciptaan Allah.
Ia tidak mencari harta kecuali sekadar mencukupi keperluan makan dan pakaian keluarganya secara sederhana. Seringkali ia menyampaikan ideanya kepada para sahabatnya. Ia berkata: "Mahukah engkau aku beritahukan sebaik-baik perbuatan yang paling suci di sisi Tuhan, yang boleh mengangkat darjat lebih tinggi daripada engkau memerangi musuh dan yang lebih baik dari banyaknya dirham dan harta? Itulah zikir kepada Allah. Sungguh zikir kepada Allah adalah amalan yang paling besar."
Bagi Abu Darda', zikir kepada Allah merupakan amalan yang paling utama dibanding yang lain. Manisnya iman telah menguasai segenap perasaan dan memenuhi hatinya. Baginya dunia ini hanya perkara kecil dan segala yang ada di dalamnya berupa kesenangan tidak boleh disamakan dengan nikmatnya ber-taqarrub kepada Allah meskipun sejenak.
Abu Darda' menggambarkan kesenangan duniawi yang bakal punah ini dalam salah satu surat yang ia kirimkan kepada salah seorang sahabatnya.
Ia berkata: "Adapun setelah itu, tidak ada ertinya bagi orang yang bermegah dengan kehidupan duniawi. Harta itu telah beredar pada orang lain sebelummu, lalu kepada orang lain sesudahmu. Engkau tidak memilikinya kecuali apa yang sedang engkau hadapi. Selanjutnya bagi orang yang mengumpulkan harta agar dapat diwariskan kepada anakmu, maka sebenarnya engkau mengumpulkan harta itu untuk dua kemungkinan. Mungkin untuk anak soleh yang beramal di jalan ketaatan kepada Allah lalu berbahagia dengan pemberianmu, atau untuk anak derhaka yang beramal di jalan kemaksiatan. Maka sia-sialah harta yang engkau kumpulkan itu, kerananya percayalah bahawa Allah akan memberi rezeki kepada mereka dan selamatkanlah dirimu."
Begitulah pandangan Abu Darda' terhadap harta benda. Ia menasihati sahabatnya agar tidak hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan perhatian yang hanya mengarah pada masalah itu. Sebab apa yang ia kumpulkan dan dihitung-hitung itu akan ditinggalkan, mungkin kepada anak yang soleh, sehingga boleh dinikmati, mungkin pula pada anak derhaka, sehingga dibelanjakan di jalan yang dimurkai Allah. Manusia seharusnya berusaha dan berjuang di muka bumi ini tanpa melalaikan ibadah dan merenungkan keindahan ciptaan Allah.
Di samping Abu Darda' meninggalkan kemewahan duniawi, tidak mengambilnya kecuali sekadar mengisi perutnya, ia juga menolak puterinya bermegah-megah dengan harta kekayaan di dunia ini. Kehidupan zuhud yang ia tempuh sejak masuk Islam telah terbiasa bagi keluarganya. Ia menolak jika hatinya dipengaruhi oleh kesenangan duniawi, seperti halnya ia menolak jika hal itu terjadi pada puterinya.
Maka ketika Yazid Ibn Muawiyah yang banyak harta dan berkuasa, melamarnya. Abu Darda' yang hidup zuhud dan miskin menolak mengahwinkan puterinya dengan Yazid, si kaya yang berkuasa. Mengapa? Sebab ia tidak ingin puterinya sibuk dengan urusan duniawi jika nantinya ia tinggal di istana Bani Umaiyah. Ia menghendaki puterinya seperti dirinya sendiri yang takwa, wara', penuh iman dan akidah.
Sebahagian sahabatnya bertanya, "Kenapa puterimu tidak engkau kahwinkan dengan Yazid?" Jawabnya: "Bagaimana pendapatmu nanti kepadaku', jika puteriku kelak hidup di istana, dilayani oleh dayang-dayang dan perhiasan istana, lalu pada saat itu cinta pada agamanya menjadi lenyap?"
Pada saat pemuda dari kalangan kaum miskin datang kepadanya, meminang puterinya, tanpa ragu-ragu lagi Abu Darda' menerimanya untuk dikahwinkan. Sebab jalan lurus yang ia tempuh tidak menghendaki puterinya melangkah ke jalan yang salah. Dengan cara hidup lurus seperti zuhud, hidup sederhana dan meninggalkan kesenangan duniawi itulah Abu Darda' hidup. Seorang yang sejak masuk Islamnya telah meninggalkan perniagaan atau jual beli yang boleh melalaikannya dari berzikir kepada Allah.
Suatu hari para sahabatnya mendengar ia berdoa dengan hikmat: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang selalu berangan-angan kepada kehidupan duniawi."
Abu Darda' tidak menghendaki sama sekali terhadap kesenangan duniawi dan kehidupan mewah. Hal ini nampak ketika Utsman Ibn Affan menunjuknya menjadi hakim di Syam dengan maksud mengalihkan perhatian masyarakat Islam dari cinta dunia kepada cinta akhirat. Utsman Ibn Affan melihat bahawa masyarakat Islam tersebut mulai tenggelam dalam kemewahan dan jatuh dalam kemegahan.
Abu Darda' menghendaki agar kaum muslimin memancarkan jiwa hidup sederhana dan zuhud, sehingga gemerlapnya dunia tidak sampai menipunya lalu meninggalkan beribadah kepada Allah.
Di samping Abu Darda' memiliki hati yang memancarkan makna ibadah, fikirannya juga memancarkan makna ilmu. Ia memahami ajaran agama Islam, selalu mencari kebenaran, berusaha mencapai hakikat dan tiap hari makin bertambah pemahamannya terhadap Al-Quran dan sunah Rasul-Nya. Dalam hal ini ia berkata: "Engkau tidak boleh menjadi takwa sebelum berilmu. Sedang ilmu itu tidak sempurna tanpa amal."
Abu Darda', si alim yang mengamalkan ilmunya, si zahid dan tekun beribadah kepada Allah itu sepanjang hidupnya berjalan di jalan Allah, sampai riwayatnya berakhir di tanah Mesir. Tubuhnya bersemayam di suatu makam di kota Iskandariah setelah Allah menempatkan posisinya dalam kelompok orang-orang yang soleh.
Kekasih Putera Kekasih
Dicatat oleh ozay wahid | 2/10/2009 09:29:00 PG | Pedoman Muslim | 0 ulasan »Baginda memberi gelaran kepadanya sebagai "Kekasih putera kekasih."
Gelaran itu mencerminkan penghargaan Nabi kepadanya, bahkan merupakan pelimpahan emosi kenabian yang diletakkan kepada emosi manusiawi, sehingga mampu mengangkat darjat Usamah dan ayahnya ke peringkat orang-orang yang dikasihi dan dicintai oleh Rasulullah SAW
Sebenarnya Usamah patut sekali memperoleh julukan tersebut. Sejak, dari masa kanak-kanaknya ia telah mereguk cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan cinta kepada Islam. Ia amat dekat dengan Nabi seperti halnya Hasan dan Husein. Ia makan bersama Nabi dan menyaksikan pergaulannya yang baik bersama keluarga dan pembantunya. Ia menyaksikan akhlak Nabi dan perilakunya yang baik serta mulia dan teladan yang tinggi.
Pada masa muda belia, ia berangan-angan untuk menyandang senjata dan berjuang bersama orang-orang yang berjihad sebagaimana halnya beliau menolak anak-anak yang sebaya dengannya untuk terjun ke medan perang melawan orang-orang musyrikin.
Ketika Usamah mencapai usia dewasa, mampu menyandang senjata, Rasulullah SAW membolehkan ia bergabung dengan barisan para pejuang. Dengan demikian ia berusaha membuktikan angan-angannya yang diinginkan sejak kecilnya. Hal ini sebagai ujian berat baginya untuk mempersiapkan dirinya untuk memperoleh darjat yang tinggi.
Hal itu terjadi tidak berapa lama setelah penaklukan Makkah. Kaum musyrikin masih menghendaki kemenangan atas Nabi dan kaum muslimin. Nabi mengetahui hal yang penyebab perkara ini. Baginda mengumpulkan ribuan pejuang dan pasukan panah di Hunain, sehingga memenuhi lembah dan perbukitan Hunain.
Kaum muslimin tidak menyangka akan kalah, sebab jumlah dan perlengkapannya amat besar. Tapi Allah menghendaki agar mereka tahu tentang hakikat agama dan mutiara akidahnya sehingga mereka tahu bahawa hanya Allahlah yang berhak menentukan kemenangan. Menjelang fajar kaum muslimin masuk ke daerah Hunain, dan kaum musyrikin menyerang secara mendadak dengan panah dan tombak sehingga menjadikan kaum muslimin terdesak mundur kerana terkejut.
Sedangkan Nabi masih diam di tempat seraya berseru: "Hai orang-orang, mahu kemana? Sungguh saya adalah Nabi, cucu Abd Al-Muthalib." Beberapa orang di sekitarnya masih tetap bertahan. Di antara mereka ada Usamah Ibn Zaid. Orang-orang tersebut tetap teguh di sekitar Nabi sehingga pengaruh serangan mendadak tadi hilang dalam jiwa kaum muslimin. Mereka kembali ke medan perang melawan kaum musyrikin sehingga sebahagian terbunuh dan sebahagian tertawan.
Pertempuran Hunain ini meninggalkan kesan yang menarik bagi diri Rasulullah SAW. Orang-orang yang berdiri di sekitarnya pada saat-saat sulit merupakan orang-orang yang teguh iman dan keberaniannya. Tidak hairan apabila Nabi SAW memilih Usamah sebagai komandan pasukan yang dipersiapkannya untuk menghadapi tentera Rom. Hal itu terjadi setelah diketahui pengorbanan, keteguhan perjuangan dan tekadnya yang mantap.
Terpilihnya Usamah sebagai komandan pasukan ternyata tidak mamuaskan sebahagian kaum Muhajirin dan Ansar. Mereka saling berkata: "Mengapa Nabi SAW memilih pemuda ini, bukankah kita memiliki tokoh-tokoh tua yang berpengetahuan dan berpengalaman dalam masalah perang?"
Lalu perbincangan tersebut sampai kepengetahuan Nabi. Saat itu baginda sedang sakit. Baginda mengambil air untuk mendinginkan badannya lalu keluar seraya berucap di hadapan mereka: "Sebahagian orang meremehkan kepemimpinan Usamah Ibn Zaid. Sebelumnya mereka juga telah meremehkan kepemimpinan ayahnya, meskipun ayahnya waktu itu layak memegang tampuk pimpinan.
Setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi khalifah, langkah pertama yang langsung ia kerjakan adalah mengangkat Usamah sebagai pasukan kaum muslimin. Segera saja pasukan tersebut menuju ke perbatasan Syam. Di perbatasan itu kaum muslimin menaklukkan salah satu perkampungan Rom. Hal ini menimbulkan ketakutan bagi penduduk Rom lainnya. Kemudian pasukan yang dipimpin oleh Usamah kembali tanpa kehilangan seorang tentera pun. Seluruh penduduk Madinah menyambutnya dengan meriah.
Setelah itu Usamah hidup tekun beribadah, puasa di siang hari dan solat sunah di malam hari sampai menjelang wafatnya pada tahun 54 H. Ia meninggal sebagai orang yang suci dan soleh.
KISAH raja iblis MENGADAP RASULULLAH SAW
Dicatat oleh ozay wahid | 2/10/2009 09:26:00 PG | Pedoman Muslim | 2 ulasan »Allah SWT telah menitahkan Malaikat untuk berjumpa raja iblis dan menyuruh raja iblis mengadap kehadhirat Baginda Junjungan Besar Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W. bagi membuka segala jenis rahsia kegemaran dan kebencian raja iblis. Peristiwa ini juga membayangkan ketinggian darjat Baginda Rasulullah S.A.W. serta menjadi perisai dan peringatan kepada sekelian umat Baginda. Malaikat menyatakan Titah Allah SWT kepada raja iblis :
Hai iblis!! Bahawa Allah SWT Yang Maha Mulia lagi Maha Besar telah menitahkan engkau supaya mengadap kehadhirat Rasulullah S.A.W. dan hendaklah engkau membuka segala rahsiamu dan apa-apa yang disoal oleh Nabi Muhammad S.A.W. hendaklah engkau menjawab dengan benar dan sekiranya engkau berdusta walau satu perkataan sekalipun nescaya diputuskan segala anggotamu dan uratmu serta engkau akan disiksa dengan azab yang amat keras
Mendengar sahaja perkataan Malaikat berkenaan, iblis terasa dahsyat dan amat gerun sekali. Dengan segera iblis datang mengadap Baginda Rasulullah S.A.W. dengan menyamar menjadi seorang tua yang buta sebelah matanya serta berjanggut putih sebanyak 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu. iblis memberikan salam dengan penuh hormat dan takzim sebanyak 3 kali yang tiada dijawab oleh Baginda Rasulullah S.A.W.. iblis pun bertanya :-
Ya Rasulullah, mengapakah Tuan Hamba tidak menjawab akan salam hamba kerana bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah SWT?
Maka sabda Baginda S.A.W. :-
Hai aduwullah musuh Tuhan! Kepada akukah engkau menunjukkan helahmu? Patutkah engkau dengan urusanmu itu hendak menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Allah Adam A.S. sehingga terkeluar dari syurga dan Habil mati teraniaya dibunuh oleh Qabil dengan sebab hasutan engkau serta Nabi Allah Ayub A.S. engkau tipu asap racun semasa baginda sujud di dalam solatnya hingga begitu lama baginda menanggung sengsara oleh perbuatan engkau. Dan Nabi Allah Daud A.S. dengan perempuan pahlawan Urya serta Nabi Allah Sulaiman A.S. meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya untuk melarikan cincin baginda; demikian juga beberapa Anbiya A.S.W.S serta para ulama yang telah menanggung kesengsaraan dan penganiayaan oleh perbuatan mu yang khianat. Hai iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia pada Tuhan Azza Wajalla. Hanya salam engkau sahaja aku tidak ingin menjawabnya kerana telah diharamkan oleh Tuhan dan engkau ini terlaknat serta telah ditentukan kepada engkau kedalam neraka yang amat keras bagi menyiksa dirimu. Maka aku kenal sangat bahawa engkaulah iblis yang menjadi raja segala syaitan telah datang dalam bentuk penyamaran. Apakah tujuan engkau datang mengadapku ini?
Maka sembah iblis :
Ya Nabi Allah, janganlah Tuan Hamba murka. Demi sesungguhnya, Tuan Hambalah Nabi yang terakhir lagi mulia dan kekasih Allah S.W.T. maka dapatlah Tuan Hamba mengenali hamba. Ya Nabi Allah, tujuan kedatangan hamba ke mari ialah dengan keizinan Tuhan Azza Wajalla. Allah SWT telah mengutuskan malaikatNya dengan Titah supaya hamba datang mengadap ke hadhirat Tuan Hamba. Ini supaya Tuan Hamba dapat bertanyakan apa juga persoalan mengenai keadaan umat Tuan Hamba. Hamba sedia menkhabarkan secara terus-terang mengenai tipu daya hamba di atas sekelian manusia bermula daripada zaman Nabi Allah Adam A.S. sehinggalah kepada zaman yang akan datang selepas zaman Tuan Hamba. Mereka yang hamba goda kepada beberapa banyak simpang dan jalan yang sesat supaya mereka binasa dengan tipu daya hamba yang amat halus.
Ya Nabi Allah, setiap pertanyaan Tuan Hamba akan hamba jawab satu persatu dengan sebenar-benarnya tanpa sembunyi.
Maka raja iblis pun bersumpah dengan nama Tuhan dan berkata :
Ya Nabi Allah, sekiranya hamba berdusta barang sepatah kata sekalipun, nescaya hancur-leburlah diri hamba terbakar menjadi abu
Mendengarkan pengakuan Raja iblis dan sumpahnya, maka Rasulullah S.A.W. berasa sukacita dan merasakan inilah peluang keemasan untuk baginda menyiasat segala perbuatan raja iblis dengan disaksikan oleh sekelian sahabat yang hadir di majlis berkenaan. Ianya juga akan menjadi senjata atau perisai kepada sekelian umat hingga kemudian hari.
DIALOG
RASULULLAH S.A.W : Wahai iblis! Siapakah yang sebesar-besar seteru engkau dan apakah pandanganmu terhadap aku ini?
raja iblis : Ya Nabi Allah, Tuan Hambalah musuh hamba yang paling besar daripada segala seteru hamba di muka bumi ini.
Maka Rasulullah S.A.W. merenung wajah raja iblis menyebabkan iblis menggeletar segenap tubuh badan serta anggotanya disebabkan terlalu gerun akan kebesaran Baginda.
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba mampu menyamar sebagai sesiapa juga termasuk haiwan bersekali dengan suara-suara yang tepat. Hamba ditegah Tuhan Azza Wajalla untuk menyamar sebagai Tuan Hamba kerana jika hamba melakukan yang demikian, nescaya terbakarlah hamba menjadi abu ..
raja iblis : Hamba bersungguh-sungguh merentap iktikad anak Adam supaya mereka menjadi kafir ialah kerana Tuan Hamba bersungguh-sungguh menasihatkan mereka dengan memberikan pedoman kepada seluruh manusia supaya berpegang teguh kepada Islam. Begitulah juga kesungguhan hamba menarik mereka kepada kafir, murtad dan munafik. Hamba tarik sekelian umat Islam supaya meninggalkan jalan yang lurus dan beralih kepada jalan yang sesat. Hamba berharap mereka akan mauk ke neraka bersama-sama dengan hamba serta kekal di dalamnya buat selama-lamanya
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Bagaimanakah perbuatanmu kepada makhluk Allah SWT?
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba goda perempuan-perempuan supaya merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya dan sesetengahnya hingga menghasilkan benih yang bersalah-salahan sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan solat dan leka dengan makan-minum dan berbuat kemungkaran.Sesetengahnya hamba lalaikan dengan harta-bendanya daripada emas, perak, rumah dan ladang dan hasilnya dibelanjakan ke atas segala pekerjaan yang haram. Telah banyak kaum lelaki dan perempuan terpesong imannya menerusi tentera jin, iblis dan syaitan yang hamba perintahkan supaya menarik mereka ke jalan kemungkaran.Kalau terdapat sesuatu pesta yang melibatkan pergaulan bebas lelaki dan perempuan, maka hamba akan menggoda bersungguh-sungguh supaya mereka kehilangan maruah, meminum arak dan mempengaruhi rakannya dengan cara paksaan supaya meminum arak sehingga hilang akal dan hilang rasa malu mereka. Lalu hamba hulurkan tali percintaan yang asyik sehingga terbuka beberapa pintu maksiat yang besar supaya mereka berhasad-dengki sehingga melakukan perzinaan. Apabila lelaki dan perempuan berkasih-kasihan, maka terpaksalah mereka mencari wang menerusi tipu daya serta mencuri. Sekiranya mereka menyedari kesalahan masing-masing dan ingin bertaubat atau beramal-ibadat, hamba akan halang mereka sehingga mereka bertangguh dan bertempoh dalam berbuat kebajikan. Hamba juga akan menggoda dengan lebih kuat supaya melazimkan maksiat dan menyukai isteri orang. Maka telah ramai umat Tuan Hamba telah hamba sesatkan dengan jalan ini dengan bantuan jin, syaitan dan iblis di mana hamba menyuruh mereka menghasut seluruh anggota manusia hingga ke dalam tubuh badannya. Apabila mereka digoda pada hati, maka mereka akan sentiasa riak dan takabbur, ujub serta melengah-lengahkan amalnya dan berlaku sombong. Apabila mereka digoda pada lidah, maka sentiasalah mereka gemar berdusta, mencela dan mengumpat satu sama lain. Demikianlah hamba menghasut mereka semasa siang, malam, pagi dan petang.
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Mengapakah engkau suka bersusah-payah dan berpenat-penatan untuk melakukan pekerjaan yang tidak memberikan sebarang faedah kepada dirimu bahkan menambahkan lagi laknat ke atas dirimu serta engkau akan ditimpakan sebesar-besar siksaan di dalam neraka yang paling bawah sekali?
RASULULLAH S.A.W: Hai laknatuLlah! Siapakah yang menghidupkan engkau? Siapakah yang menjadikan engkau? Siapakah yang melanjutkan usia engkau? Siapakah yang menerangkan mata engkau? Siapakah yang memberikan pendengaran telinga engkau? Siapakah yang memberikan kekuatan kepada anggota engkau?
raja iblis : Adalah sekeliannya itu adalah anugerah daripada Allah SWT yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur serta khianat telah menyebabkan hamba melakukan sebesar-besar kejahatan. Tuan Hamba juga sedia maklum bahawa hamba pernah menjadi ketua segala malaikat sehingga ribuan tahun dan bersujud kepada Allah SWT semenjak di dunia ini lagi dan hamba telah dinaikkan darjat menerusi satu langit ke satu langit dengan aman. Hamba pun mendiami tempat hamba dengan beribadat bersama-sama malaikat serta berkhidmat kepada Tuhan Azza Wajalla dalam tempoh yang begitu lama.
Tiba-tiba datang Firman Allah SWT kepada hamba sekeliannya mengenai dijadikanNya seorang khalifah di dalam dunia ini. Maka hamba membantah kerana tidak suka berkhalifah. Lantas Tuhan Azza Wajalla menjadikan seorang lelaki dan dititahkan hamba dan sekelian Malaikat memberikan penghormatan kepada Adam kecuali hamba seorang enggan bersujud dan hamba telah mengingkari hukumNya. Maka hamba dimurkai Tuhan Azza Wajalla serta dilaknatiNya hamba sehingga Hari Qiamat. Wajah hamba yang selama ini bercahaya dan cantik telah dihapuskan oleh wajah yang hodoh dan keji. Hamba sakit hati dan begitu berdendam kepada Adam. Kemudian Adam diangkat oleh Tuhan Azza Wajalla menjadi raja di dalam syurga serta dikurniakan seorang isteri untuk dijadikan permaisuri yang memerintah segala bidadari. Sentiasalah mereka dalam kesukaan dan kesenangan. Hasad-dengki hamba menjadi-jadi kepada kedua mereka dan merancang untuk mengkhianati mereka. Akhirnya hamba telah menipu Siti Hawa supaya meminta Adam memakan buah khuldi larangan Tuhan Azza Wajalla. Maka kerana perempuan itulah, Adam termakan buah larangan berkenaan sehingga mereka dihalau dari syurga dan diturunkan ke dunia secara terpisah kedua suami-isteri beberapa lama sehinggalah dipertemukan kembali oleh Tuhan Azza Wajalla dengan selamatnya sehingga mereka mendapat beberapa orang anak lelaki dan perempuan. Kemudian kami hasut pula anak lelakinya yang bernama Qabil supaya membunuh abangnya Habil sehingga mati. Itupun hamba masih tidak berpuas hati sehingga hamba dapat melakukan pelbagai tipu-daya ke atas sekelian anak-cucunya hinggalah ke Hari Qiamat. Tetapi Tuan Hamba telah menghalang pekerjaan hamba dengan menarik mereka supaya memeluk Islam. Ada pun sebelum Tuan Hamba diputerakan ke dalam dunia ini, hamba bersama-sama bala tentera hamba mampu naik ke langit dengan mudahnya mencuri rahsia dan tulisan-tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat dan mendapat pahala serta syurga. Demikian juga bagi mereka yang beribadat malam akan mendapat setinggi-tinggi pahala. Apabila hamba turun ke dunia, maka hamba khabarkan kepada mereka itu dengan jalan yang sesat melalui pelbagai tipu daya sehingga mereka berpegang kepada kitab-kitab bidaah dan karut. Tetapi apabila Tuan Hamba zahir ke alam dunia ini, maka hamba tidak dizinkan Allah SWT untuk naik ke langit dan hamba tiadalah lagi mendapat apa-apa rahsia umat Tuan Hamba. Ramai malaikat yang menjaga di pintu tiap-tiap lapisan langit dan jika hamba berdegil untuk naik ke langit, nescaya malaikat akan melontar anak panah api yang bernyala-nyala. Telah ramai bala tentera hamba daripada golongan jin, iblis dan syaitan terkena lontaran malaikat sehingga badan mereka terbakar menjadi abu. Hamba dan bala tentera hamba amat susah hati dalam usaha menjalankan hasutan ditambah pula Tuan Hamba dapat menzahirkan mukjizat-mukjizat yang amat hebat di hadapan sekelian raja-raja dan di khalayak ramai.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah tipu helah terawal engkau ke atas manusia?"
raja iblis : Pertama, hamba palingkan iman mereka sehingga terpesong iktikad mereka kepada kekafiran samada pada perkataan, perbuatan, kelakuan dan hati mereka. Namun jika mereka gagal hamba pesongkan, hamba akan berusaha menarik mereka kepada jalan yang mengurangkan pahala supaya lama-kelamaan, mereka akan terjerumus juga mengikut kemahuan hamba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku mendirikan solat, bagaimanakah keadaan engkau?"
raja iblis : "Itulah sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah seluruh badan hamba dan lemahlah tulang sendi hamba, maka pada waktu itu, hamba menyuruh puluhan syaitan iblis menggoda setiap orang yang hendak bersolat menerusi anggotanya supaya malas bersolat dan hatinya supaya was-was dalam solatnya serta terlupa bilangan rakaatnya. Mereka juga akan bimbangkan pekerjaan dunia dan hatinya hendak cepat-cepat menamatkan solatnya. Sesetengah iblis masuk ke dalam mata orang yang hendak bersolat supaya ia tidak kusyuk dalam solatnya sehingga mereka berpaling atau menjeling ke kanan dan kiri semasa solat. (Maka) tidaklah tetap hatinya serta hilanglah kusyuknya. Sesetengah iblis memasuki telinga orang yang bersolat supaya memasang telinga mendengar perbualan orang, bunyi-bunyian dan sebagainya - yang sia-sia belaka. Sesetengah iblis duduk pada belakangnya supaya orang yang bersolat itu tidak berupaya lama-lama semasa bersujud atau bertahiyyat. Di dalam hatinya sering bekehendakkan agar solatnya segera tamat dan ini tentunya akan mengurangkan pahala solat. Jika sekelian iblis berkenaan gagal menggoda seperti yang demikian, nescaya mereka akan hamba hukum seberat-beratnya.
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca Al-Qur an kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Jika mereka membaca Al-Qur an kerana Allah, maka terbakarlah tubuh hamba serta putus-putus segala urat hamba, maka larilah hamba dari mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Telah binasalah diri hamba dan gugurlah tulang hamba kerana mereka telah menyempurnakan rukunnya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berpuasa kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Ya Nabi Allah, inilah suatu bencana yang besar bahayanya terhadap hamba kerana apabila masuk malam awal Ramadan, maka memancarlah nur Arasy dan Kursiy serta segala Malaikat menyambut dengan gembiranya. Bagi orang-orang yang berpuasa mendapat sebesar-besar anugerah Allah SWT yang Maha Pengampun segala dosa yang telah lalu serta digantikan pula dengan pahala yang amat besar serta tiada ditulis segala kesalahannya selama ia berpuasa. Tambahan pula yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit, bulan dan bintang serta Malaikat sehinggalah burung-burung dan ikan-ikan laut dan air tawar juga tiap-tiap yang bernyawa di atas muka bumi mendoakan siang dan malam memohon ampun bagi orang-orang yang berpuasa. Satu lagi setinggi-tinggi kemuliaan orang yang berpuasa ialah Tuhan menjadikan 1000 kemerdekaan dari azab neraka pada setiap hari dalam Bulan Ramadan, segala pintu neraka ditutup, segala pintu syurga dibuka, angin/bayu syirah yang amat lembut berhembusan ke dalam syurga. Maka pada hari mulanya umat Tuan Hamba berpuasa, datanglah segala bala tentera Malaikat yang garang tanpa mengira lawannya menangkap hamba dengan perintah Tuhan serta ditangkapnya segala bala tentera hamba iaitu jin, syaitan dan ifrit serta dipasung kaki tangannya dengan besi panas - dan dirantainya hamba sekeliannya serta dibenamkan ke dalam bumi yang amat dalam dan ditambah pula dengan beberapa azab sengsara sehingga selesai ibadat puasa umat Tuan Hamba, baharulah hamba dilepaskan supaya hamba tidak boleh mengganggu mereka. Dan umat Tuan Hamba sendiri telah merasa kesenangan dalam menjalani ibadat puasa sebagaimana mereka bekerja untuk bersahur di waktu tengah malam seorang diri sekalipun tanpa sedikit perlu merasa takut seperti malam-malam yang lain
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Bagaimanakah halnya para sahabatku kepada engkau?
raja iblis : "Ya Nabi Allah, Adalah sekelian para sahabat Tuan Hamba adalah sebesar-besar seteru kepada hamba, kerana tiada upaya hamba melawan mereka dan tidak ada satu pun tipudaya hamba dapat memasuki mereka, kerana Tuan Hamba pernah berkata Sekelian para Sahabatku adalah umpama bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka nescaya kamu akan mendapat petunjuk Ya Nabi Allah, sekelian para sahabat Tuan Hamba sangat taat mengerjakan perintah Tuan Hamba lagi setia serta bersungguh-sungguh menyiar dan menghebahkan syariat Tuan Hamba kepada sekelian manusia menerusi Al-Qur an dan Al-Hadis. Ada pun Sayyidina Abu Bakar As Siddiq bin Abi Qahafah R.A. itu semasa sebelum beliau bersama Tuan Hamba pun, hamba gagal menghampirinya apalagi sekarang beliau telah mendampingi Tuan Hamba. Beliau amat kuat bersaksi di atas kebenaran Tuan Hamba sehingga beliau telah menjadi wazirul a zam dan Tuan Hamba telah berkata bahawa kiranya ditimbang kebajikan Abu Bakar dengan amal kebajikan sekelian isi dunia ini, nescaya lebih beratlah kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula, beliau telah menjadi bapa mertua Tuan Hamba dengan mengahwinkan puterinya Sayyidatina Aishah R.A yang sangat hafiz Hadis-Hadis Tuan Hamba.Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Umar Al-Khattab R.A., hamba tidak berani memandang wajahnya kerana beliau sangat tegas dalam menjalankan hukum syariat Tuan Hamba. Jika hamba terpandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana tersangat takut kepadanya kerana imannya yang sangat kuat apalagi Tuan Hamba pernah bersabda, Jikalaulah ada lagi Nabi selepas aku, nescaya Umar boleh menggantikannya kerana harapan besar Tuan Hamba ke atasnya. Beliau juga mampu membezakan iman dan kafir sehingga beliau mendapat gelaran Umar Al-Faruk . Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Osman Al-Affan itu lebih-lebih lagi tidak dapat hamba hampiri kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Qur an, siang, malam, pagi dan petang. Dialah penghulu segala orang yang sabar dan penghulu segala syuhada dan menjadi menantu Tuan Hamba sebanyak 2 kali.Kerana ketaatannya, beliau dikunjungi oleh para Malaikat dengan penuh hormat kerana sangat malunya Malaikat kepada beliau. Tuan Hamba telah berkata, Barangsiapa menulis BismillaahirRahmaanirRahiim pada kitab-kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala baginya seperti pahala syahid Sayyidina Osman. Adapun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Ali bin Abi Talib R.A., hamba sangat takut kepadanya kerana kehebatan kelakuannya serta kedahsyatan melihat keperkasaannya di medan peperangan merempuh segala musuhnya. Maka apabila iblis, syaitan dan jin memandang wajah Sayyidina Ali, nescaya terbakar kedua biji mata mereka kerana beliau sangat kuat mengerjakan perintah Tuhan serta beliau adalah julung-julungnya kanak-kanak yang memeluk Islam serta enggan menundukkan kepala kepada sebarang berhala, sebab itulah beliau digelar Ali KarimahullahuWajhah dan Harimau Allah . Tuan Hamba pernah bersabda, Akulah negeri segala ilmu dan Ali adalah pintunya. Tambahan pula, beliau telah menjadi menantu tuan hamba, maka terlebihlah ngeri hamba kepadanya.
RASULULLAH S.A.W: "Bagaimanakah tipudaya engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Adalah umat Tuan Hamba ada tiga golongan (1) Seperti air hujan turun dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan lagi banyak manfaatnya dan pertolongan kepada lainnya iaitu guru-guru yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala tegahanNya dan kata (Malaikat) Jibril A.S., Adapun ulama itu pelita dunia dan pelita akhirat (2) Umat Tuan Hamba itu seperti tanah iaitu orang (yang) sabar, bersyukur dan redha akan kurnia Tuhan kepadanya serta beramal soleh dan bertawakkal kepada Allah dan banyak berbuat kebajikan, dan (3) Umat Tuan Hamba itu keadannya seperti Fir aun yang terlampau tamak dengan harta dunia (dan) dihilangkan amal (perbuatan) akhirat. Maka (dengan) sukacitalah hamba kepada mereka (umat ke 3) lalu hamba masuk ke dalam tubuh mereka, hamba putarkan hati mereka menuju ke lautan derhaka. Apabila telah kekal atas jalan kejahatan, hamba tarik ke mana (sahaja) sesuka hati hamba, jadi sentiasalah mereka bimbangkan dunia dan tidak suka menuntut ilmu, dijadikan dirinya tiada kelapangan untuk beramal, tidak mengeluarkan zakat hartanya dan sesetengah (golongan) yang miskin (yang) hendak beribadat, hamba goda mereka (supaya) meminta kekayaan terlebih dahulu, maka apabila disampaikan Tuhan akan hajatnya untuk mendapatkan kesenangan, maka (hamba) lupakan mereka dari beramal, tidak mahu mengeluarkan zakat harta mereka ibarat Qarun dengan mahligainya dan diri mereka serta harta benda mreka habis terbenam ke dalam bumi kerana mereka tidak mahu membelanjakan (harta mereka) pada jalan-jalan kebajikan dan jika terkena kesakitan, mereka tidak sabar, mereka sentiasa bimbangkan harta mereka dan sesetengah dari mereka yang kaya asyik dengan perebutan dunia, bercakap besar kepada sesama Islam dan benci dan menghina golongan miskin.Mereka gemar mengeluarkan harta mereka kepada jalan-jalan maksiat dan menaburkan harta mereka kepada perempuan-perempuan jahat dan tempat-tempat judi dan (majlis) tarian.
RASULULLAH S.A.W: "Siapa pula yang sama (tarafnya) seperti engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang meringankan syari at Tuan Hamba dan membenci orang-orang yang mempelajari Islam.
RASULULLAH S.A.W: "Siapakah pula yang memberikan cahaya pada muka engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang berdosa dan bersumpah bohong dan (menjadi) saksi pembohong serta memungkiri janji.
RASULULLAH S.A.W: "Apa pula rahsia engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Jika seorang muslim ingin membuang air besar (ke tandas), jika tidak membaca doa kepada Allah SWT untuk mohon perlindungan daripada syaitan, nescaya hamba lumurkan najis itu ke tubuhnya tanpa disedari.
(Inilah doanya sebelum sampai ke tandas - Bismillahi AllaHomma Innii a uu dzubikaminal khubusi wal khobaa is jika masuk ke tandas, dahulukanlah kaki kiri dan jika keluar dari tandas dahulukan pula kaki kanan dan apabila jauh empat-lima langkah daripada tandas, dibaca di dalam hati GhufraanakalhamdulillaaHilladzii azHaba annil azaa wa aafinii dan apabila selesai bersuci dibacakan doa AllaaHumma ToHHir Qalbii minnifaaqi wahaSSin farjii minal fawaa hi shi )
Maka jika dibacakan doa-doa tersebut, larilah hamba daripadanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berjimak dengan isterinya, bagaimanakah keadaan engkau?
raja iblis : "Jika seseorang hendak berjimak dengan isterinya, (dan) jika dia membaca : A uu dzubillaaHiminassyaitaanirrajiim, AllaHumma jannibnaa minassyaitaani wajannibissyaitaan maa razaqtanaa maka larilah hamba daripadanya. Maka jika dia tidak membacakan doa tersebut, (maka) hambalah yang terlebih dahulu berjimak dengan isterinya dan jika menjadi anak (hasil pergaulannya), maka anak itu menggemari pekerjaan maksiat serta malas berbuat (baik) atas jalan kebajikan dengan sebab kelalaian ibubapanya. Demikian juga jika mereka makan atau minum dengan tidak membaca BismillaahirRahmaaniRahiim maka, hambalah yang terlebih dahulu makan dan minum sebelum mereka, maka walaupun mereka makan, tetapi mereka tidak kenyang.
RASULULLAH S.A.W: "Dengan jalan manakah yang dapat menolak tipudayamu?
raja iblis : "Jika seseorang berbuat dosa, maka ia segera sedar dan bertaubat kepada Allah SWT dan menangis serta menyesal di atas perbuatannya serta apabila dia marah, dengan segera dia berwudhuk, nescaya padamlah kemarahannya. Barangsiapa yang membaca doa ini setiap kali solat Jumaat sebanyak 5 kali, maka dosanya akan diampunkan Tuhan kerana dia telah bertaubat. Inilah doanya : Ilaahii lasta lil firdausi ahlan, walaa aq waa a laa naaril jahiim, fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghaafirudzzanbil aziim
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang benar-benar menjadi kegemaranmu?
raja iblis : "Apabila lelaki dan perempuan tidak mencukur atau mencabut atau menggunting bulu di ari-arinya selama 40 hari, maka hamba akan tinggal mengecilkan diri seperti pepijat bersarang di situ, begitu juga, (menjadi) tempat hamba bergantung dan berbuai pada bulu ketiak orang yang tidak mencukurnya atau mencabutnya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah saudaramu?
raja iblis : "Orang yang tidur meniarap atau tidur (nyenyak) di waktu subuh, maka dia masih tidur dan tidak segera solat subuh, maka hamba akan mengulitnya sehingga dia lena sehingga terbit matahari dan begitu juga pada waktu zohor, asar dan maghrib, hamba (akan) beratkan hatinya (sehingga) menjadi malas mengerjakan solat.
(Apabila hendak tidur, bacalah BismillaahirRahmaanirRahiim sebanyak 21 X)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Dengan jalan manakah yang boleh membinasakanmu?
raja iblis : "Orang yang banyak menyebut nama Allah dan banyak memberikan sedekah dengan tidak diketahui orang, memperbanyakkan taubat, memperbanyakkan tadarrus Al-Qur an serta solat di waktu malam.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah pula yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang banyak beriktikaf di masjid kerana Allah
(lafaz niat iktikaf Nawaitul I tikaaf fii Haa dzal masjidi sunnatan lilLaahiTa aala )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah lagi yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang taat kepada (kedua) ibubapanya serta membantu (menjaga) makan dan minum serta pakaian mereka kerana Tuan Hamba telah bersabda Bermula syurga itu adalah di bawah (tapak) kaki ibubapa
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa pula yang merantai engkau?
raja iblis : "Penjual (peniaga) yang betul timbangan (dan) sukatannya, ukuran dan tukarannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku memberi salam antara satu dengan yang lain, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Apabila dua orang (muslim) bertemu di tengah jalan, lantas memberikan salam (Assalaamu alaikum waroh matulLaaHiwabaa rakaatuh) dan dijawab oleh saudaranya, maka terasa seperti pecah dada hamba, maka hamba pun meratap kerana kedua-duanya telah diampunkan- dia dan saudaranya - apabila berpisah keduanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula sahabat karibmu?
raja iblis : "Orang yang minum arak atau tuak (samsu) atau (ketagih) candu atau ganja (termasuk penyalahgunaan dadah) kerana kemerbahayaannya telah nyata menyebabkan perpecahan, perkelahian dan perceraian.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula yang bersekutu dan sekedudukan dengan engkau?
raja iblis : "Apabila bertemu lelaki dengan perempuan-perempuan muda, maka hamba duduk pada leher perempuan-perempuan muda itu, hamba hiaskan wajahnya (perempuan) dengan jelingan dan senyuman yang menarik hati serta apabila terpandang belakang (perempuan), maka terpandanglah lehernya (perempuan) yang halus dengan pinggang dan punggungnya melenggang yang membangkitkan nafsunya (lelaki) serta manakala terpandang hadapannya (perempuan), hamba hiaskan dadanya (perempuan) supaya bergetaran serta hamba panah tepat pada jantung hati keduanya (lelaki dan perempuan) atau salah satu daripadanya sehingga tergerak syahwatnya. Orang yang tiada memelihara hatinya, nescaya tidak terpelihara farajnya dan apabila tidak memelihara farajnya, maka tidak terpeliharalah imannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah kediamanmu?
raja iblis : "(hamba tinggal) Pada rumah berhala dan pada mana-mana batu, kayu, tembaga dan sebagainya (bahan pujaan) Apabila mereka menyembah (berhala, batu, kayu, tembaga dan sebagainya), maka hamba cenderungkan hati mereka supaya bertambah-tambah keyakinannya terhadap pekerjaan mereka (menyembah berhala) yang syirik itu. Betapa ramainya umat Tuan Hamba telah hamba pesongkan sehingga memasuki rumah berhala Majusi dan Hindu yang menunjukkan betapa nipisnya iman mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah tempat perhimpunanmu?
raja iblis : "Pada rumah wayang dan tempat majlis tarian dan seumpamanya seperti tempat percampuran lelaki dan perempuan (secara bebas).
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Aku lihat engkau mengintai-ngintai di dalam masjid, apakah yang hendak engkau lakukan?
raja iblis : "Hamba hendak mengganggu orang yang sedang bersolat di situ.
RASULULLAH S.A.W: "Kenapa engkau tidak takutkan orang yang sedang bersolat dan bermunajat dengan Tuhannya? Sebaliknya engkau takut pula dengan orang yang sedang tidur di sebelahnya padahal orang (yang sedang tidur) itu (mungkin) dalam keadaan lalai
raja iblis : "Adapun orang yang sedang bersolat itu amat jahil sekali, (maka) mudahlah untuk hamba merosakkan (melalaikan) solatnya, tetapi orang yang sedang tidur itu (sebenarnya) alim. Maka apabila hamba menggoda dancuba merosakkan solatnya, hamba takut kalau-kalau orang alim itu bangun dari tidurnya lalu menegur serta memperbetulkan solat si jahil itu.
(Sabda Rasulullah S.A.W. Na umul aliimi khairun min ibaadatil jahiil yang bermaksud Tidur orang yang alim lebih baik daripada ibadat orang yang jahil seperti 1000 orang beribadat dengan tidak berilmu agama, sangat senanglah syaitan mengganggunya, teapi seorang pelajar ilmu feqah itu, sangat susah bagi syaitan hendak menggodanya).
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah kata-kata pujian bagimu?
raja iblis : "Suara orang yang bernyanyi dan berpantun-seloka serta suara bunyi-bunyian kecuali orang yang bernyanyi, berpantu, bernazam memuji Tuhan, bernasyid serta berselawat di atas Nabi.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang sekaum denganmu?
raja iblis : "Orang yang menipu harta orang dan memakan harta anak yatim serta memakan riba.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sebab apakah engkau gelapkan hati manusia?
raja iblis : "Mereka yang makan dan minum dengan (punca) mata pencarian yang haram kerana mereka buta dalam mencari harta yang halal serta mereka banyak tidur sehingga matahari tinggi dan meninggalkan solat subuh serta memenuhi perutnya dengan kenyang sekali.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menggembirakan hati engkau?
raja iblis : "Orang kaya yang bakhil dan orang yang tidak mengeluarkan zakat untuk hamba Allah yang dhaif, malah zakatnya dihantar kepada orang lain padahal kaumnya miskin, kerana orang yang bakhil itu seteru Allah SWT serta orang yang tidak mengeluarkan zakat itu akan masuk ke dalam neraka yang paling bawah bersama-sama dengan hamba.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyuburkan badan engkau?
raja iblis : "Orang yang berhasad dengki dan orang yang tidak mempelajari hukum Islam serta semua perempuan yang jahat dan perempuan yang merosakkan dirinya serta perempuan yang menjual maruahnya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika seorang ulama meninggal dunia, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Telah subur dan bertunaslah hasutan hamba dan pekerjaan hamba.
(Sabda Rasullullah S.A.W. - yang bermaksud Barangsiapa yang berdukacita di atas kematian seorang ulama , maka dituliskan Allah SWT pahala baginya seribu ulama dan seribu syuhada , Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud Akan datang atas umatku yang melarikan diri dari ulama atau mereka yang membenci golongan yang mengajar agama, maka diberikan Allah SWT 3 jenis bala ke atas mereka (yang membenci atau melarikan diri dari ulama dan seumpamanya) (1) Dihilangkan keberkatan dalam pencariannya (rezki), (2) Didatangkan Allah SWT ke atas mereka seorang ketua yang zalim atau raja yang zalim, dan (3) dikeluarkan (dimatikan) mereka daripada dunia dengan tidak beriman Na uu dzubillaaHimin dzaalik kita berlindung dengan nama Allah SWT ).
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat jemaah, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Sesungguhnya segala simpulan (tali pengikat) tipudaya hamba telah mereka leraikan.
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa solat 5 waktu, maka dia akan mendapat 5 perkara (1) Tidak akan terkena pada dirinya kefakiran (kemiskinan), (2) Diangkatkan darinya siksa kubur oleh Allah S.W.T., (3) Dianugerahi orang itu dengan kitab tulisannya (perbuatan di dunia) pada sebelah kanan (pihak yang selamat), (4) Melalui titian (Siraatal Mustaqiim) di atas neraka sepantas kilat, (5) Dimasukkannya Allah SWT ke dalam syurga tanpa sebarang hisab dan tanpa sebarang siksaan. Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud Solat lelaki berjemaah lebih baik daripada solat 40 tahun di rumahnya seorang diri dan solat berjemaah itu mendapat 27 darjat - serta solat berjemaah di rumahnya bersama anak (anak) dan isterinya akan mendapat pahala haji dan umrah )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berselawat ke atas ku, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Mereka telah membelah muka hamba disebabkan ingatan kuat terhadap Tuan Hamba
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa berselawat ke atasku, maka para Mailaikat akan memohon diampunkan (segala dosanya) dia dan dia adalah sebahagian daripada isi syurga
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat Hari Raya di masjid, bagaimanakah keadaanmu? Kerana Tuhanku yang Maha Besar telah berfirman - Hai sekelian Malaikat! Saksikanlah olehmu bahawa sesungguhnya telah Aku ampunkan sekelian dosa umat Muhammad, lelaki dan wanita/perempuan, Maka apabila telah selesai dari solat dan khutbah dibacakan, maka Firman Allah SWT Hai umat Muhammad! Pulanglah kamu ke rumah masing-masing, sesungguhnya Aku telah mengampunkan dosa kamu yang terdahulu dan yang kemudian dan Aku telah gantikan dosamu itu dengan kebajikan!
raja iblis : "Ya Rasulullah! Apabila umat Tuan Hamba pergi (untuk) bersolat Hari Raya, maka hamba sangat berdukacita dan kesal. Maka hamba pun menjerit sehingga datang sekelian bala tentera hamba dan (mereka) bertanya Hai raja kami! Siapakah yang engkau marah? Adakah ianya (puncanya) dari langit atau dari bumi? Perintahkanlah kami sekelian pergi membinasakan barang di langit dan di bumi. Maka hamba menjawab Hai bala tenteraku! Apa yang menyebabkan aku berdukacita ialah kerana Allah SWT telah mengampuni umat Muhammad pada Hari Raya ini. Wahai sekelian bala tenteraku! Tidakkah kamu mengetahui bahawa Allah SWT telah memberkati puasa umat Muhammad? Dan Tuhan amat mengasihi dan mengasihani mereka dengan penuh rahmat serta diperkenankan segala doa mereka dan diampunkan segala kesalahan mereka? Wahai tenteraku! Hendaklah kamu goda mereka itu supaya malas beramal ibadat dan resah dengan berjalan ke sana dan kemari serta asyik berjudi serta bersukaria memuaskan nafsu dengan mengerjakan maksiat supaya datang kemurkaan Tuhan ke atas mereka itu dan ditimpakan bala ke atas mereka kerana dengan demikian, akan membawa kesenangan di dalam hatiku. Maka berangkatlah sekelian bala tentera iblis syaitan untuk mengganggu umat Muhammad
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca doa akhir tahun (Hijrah), bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Telah bersusah payah hamba menggoda mereka sepanjang tahun, tiba-tiba mereka membaca doa (yang hanya) mengambil masa yang sedikit, maka lemahlah hamba lalu hamba menyapu dengan tanah (dan berkata), aduhai, celaka betapa malang dan celaka diriku dengan kerugian, maka hamba pun berpaling (dan) pergi.
(Doa Hujung Tahun AllaaHomma maa amiltu min amalin fii HaaziHissanati mimmaa nahaitanii anHu, walam tar Dhahu walam tan sahu, wahamilta alaiyya ba da qud rotika alaa, uquubatii, wada autanii ilattaubati ba da jur aatii alaa ma Siatika, fainnii astaghfiruka faghfirlii waHablii min amalin tarDhahu, wa wa datanii alaihitsawwaab ).
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku membaca doa awal tahun, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Ya NabiyUllah! Putuslah harapan hamba, kerana barangsiapa membaca doa awal tahun, (maka) Tuhan memerintahkan dua Malaikat supaya membakar buku kesalahan hambanya dan dituliskan kebajikan di dalam (buku kebajikan) disebabkan orang yang membaca doa ini .
(Doa Awal Tahun AllaaHomma antal abdiyyulQadiim,waHaaziHi sanatu jadiidatun, as aluka fiihal iSmata minassyaiTooni wa au liyaa ihi. Wal au na alaa Haa dzihiinnafsil ammaarati bissuu wal ish ti ghaala bisaa yuQorribunii ilaika yaa Kariim ).
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyokong engkau?
raja iblis : "Orang yang tidak bertaubat atas dosanya dan suka ketawa ketika berbuat dosa berkenaan. Ya NabiyyUllaah! Telah hamba binasakan ramai manusia dengan (menggoda mereka) mengerjakan dosa daripada berbagai-bagai (jenis) maksiat, maka hamba gembria. Tiba-tiba, mereka mengucapkan kalimah-kalimah Laa ilaa Ha illAllaah dan istighfar, maka binasalah hamba, kerana pada masa hamba dibuang ke dunia (dulu), hamba mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis syaitan, tetapi orang yang azan itu adalah penghalau iblis syaitan, kerana para Malaikat akan hadir bersolat bersama-sama dengan mereka ..
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sekarang apalah kesudahan ikhtiar engkau di atas umatku, kerana aku telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia ini bagi menyelamatkan sekelian bani Adam daripada kufur kepada iman, daripada gelap gelita kepada terang benderang?!
Maka iblis pun mengangkat kepalanya ke hadhirat Tuhan dan berkata Yaa Rabbi! Demi kemuliaan Engkau, sentiasalah hamba akan berusaha dengan bersungguh-sungguh pada menarik sekelian anak Adam kepada berbagai-bagai jalan maksiat selama ada nyawa di tubuh mereka, hamba jadikan pemuda dan wanita bercampur dan berkenalan, supaya hamba dapat mencelah di dalamnya.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT :
Hai mala un, Demi Kebesaran dan KetinggianKu, bahawa Aku sentiasa bersedia untuk mengampuni dosa umat Muhammad selagi mereka itu memohon ampun kepadaKu
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan?
raja iblis : "Ya Rasulullah! Bahawasanya hamba sangat ajaib (hairan) melihat dua macam hal sekelian hamba Allah SWT iaitu (1) Mereka itu mengaku kasihkan Tuhan, walhal mereka itu taatkan hamba dan berbuat maksiat, (2) Mereka itu sangat marah kepada hamba, tetapi mereka menurut hasutan hamba.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT:
Hai mala un! Demi Kemuliaan dan KebesaranKu, Aku anugerahi umat Muhammad (dengan) 2 kebahagiaan : (1) Kasih mereka kepadaKu dijadikan kifarah (penebus dosa) bagi maksiat mereka kerana tipudayamu, dan (2) Kemarahan mereka kepadamu Aku jadikan kifarah (penebus dosa) perbuatan maksiat mereka kepadaKu
Maka iblis tercengang-cengang mendengar umat Muhammad yang sangat dikasihi Tuhan GhafuururRahiim yang Maha Mengampuni lagi Maha Mengasihani hambanya dengan limpah rahmatNya.
Setelah selesai baginda Rasulullah S.A.W. berdialog dengan raja Iblis, maka baginda menghalau iblis dengan sabdanya : Wahai laknatullah! Nyahlah engkau dari hadapanku ini maka iblis pun keluar dengan perasaan yang amat dukacita.