MagzNetwork

Keperibadian Abu Bakar r.a.

Dicatat oleh ozay wahid | 2/22/2009 11:13:00 PTG | | 2 ulasan »

Ibnu Sa'd mengeluarkan dari Aisyah, bahwa Abu Bakar adalah seorang pedagang, yang setiap hari pergi ke pasar untuk melakukan jual beli. Dia mempunyai sekumpulan domba yang dia urus sendiri dan terkadang menggembalakannya atau dia serahkan kepada orang lain. Dia juga memerah air susunya untuk diberikan kepada orang-orang kampung. Ketika dia sudah dibaiat sebagai khalifah, ada seorang gadis perempuan yang berkata,

"Tentunya sekarang dia tidak mau lagi memerah air susu untuk diberikan kepada kami". Abu Bakar ra. sempat mendengar perkataan gadis itu. Maka dia berkata, 'Aku bersumpah untuk tetap memerah air susu bagi kalian, dan aku berharap agar tugasku yang baru ini tidak merubah kebiasaanku yang lalu.'

Maka dia tetap memerah susu seperti biasanya dan diberikan kepada mereka. Namun kemudian dia perlu mempertimbangkan lagi tugas-tugasnya sebagai khalifah. Maka dia berkata,
"Tidak demi Allah, urusan berdagang bisa mengganggu tugas-tugas ini, dan tugas ini tidak bisa berjalan lancar kecuali jika aku memusatkan perhatian terhadap urusan manusia. Tidak selayaknya aku hanya menyibukkan diri dengan urusan keluargaku."
Maka dia pun meninggalkan usaha dagangnya.

Untuk keperluan diri dan keluarga dia mengambil gaji dari Baitul-mal milik umat, sekedar untuk mencukupi keperluannya setiap hari, juga untuk keperluan haji dan umrah. Gajinya untuk satu tahun sebanyak enam ribu dirham. Menjelang kematiannya, dia berkata,
"Kembalikan sisa gaji yang ada di tangan kita ke Baitul-mal milik orang-orang Muslim, karena aku tidak ingin mengambil sedikit pun dari harta tersebut. Tanahku yang ada di tempat ini dan itu juga bagi orang-orang Muslim."

Dia menyerahkan kepada Umar seekor unta yang air susunya biasa diperah, seorang budak dan selembar permadani seharga lima dirham. Umar sempat berkata,
"Dia menyebabkan kesusahan kepada khalifah sesudahnya."

WARKAH iblis bin syaitan

Dicatat oleh ozay wahid | 2/19/2009 06:06:00 PTG | | 2 ulasan »

WARKAH DARI iblis syaitan UNTUK MU (YANG SELALU LALAI)

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai Bodoh, Kamu millikku.

Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,

dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .

Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,

dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,

Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayuhlah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.

Ini hanya merupakansurat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' kerana sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.

Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu..

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak .

Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.

Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan memberi surat ini dengan sesiapapun!!!!

Sekian dariku...

iblis bin syaitan bin iblis bin syaitan

Mengenang Akhlak Rasulullah SAW

Dicatat oleh ozay wahid | 2/19/2009 08:49:00 PG | | 0 ulasan »

Setelah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad!”. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai hairan. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini….” Ali menjawab, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahawa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahawa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)”

Badui ini lalu menemui Saidatina Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam yang sering disapa “Humairah” oleh Nabi ini hanya menjawab, “khuluquhu al-Qur’an” (”Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur’an”). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahawa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur’an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana boleh ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur’an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyemak Surah Al-Mu’minun : 1-11.

Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawapannya, kerana mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.

Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’” Apa lagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, kerana dalam sejumput episod tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam juga lah yang membuatkan khuatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya di sampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, “Mengapa engkau tidur di sini?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khuatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.” Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mengingatkan, “berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, kerana sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.” Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majlis Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mahu memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memanggilnya. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melipat serbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima serban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium serban Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tersebut.

Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan serbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kad lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani orang bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam selalu memujinya. Abu Bakar- lah yang menemani Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sakit. Tentang Umar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pernah berkata, “Syaitan saja takut dengan Umar, bila Umar melalui jalan yang satu, maka Syaitan akan melalui jalan yang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta’wil) mimpimu itu? Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menjawab “ilmu pengetahuan.”

Tentang Utsman, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sangat menghargai Utsman kerana itu Utsman menikahi dua puteri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. “Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.” “Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.”

Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rakan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah…ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.

Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahawa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Buktinya, dalam Al-Qur’an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, Allah menyapanya dengan “Wahai Nabi”. Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau.

Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam. Mereka ingin Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: “Angkat Al-Qa’qa bin Ma’bad sebagai pemimpin.” Kata Umar, “Tidak, angkatlah Al-Aqra’ bin Habis.” Abu Bakar berkata ke Umar, “Kamu hanya ingin membantah aku saja,” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud membantahmu.” Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyedarinya” (QS. Al-Hujurat 1-2)

Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, “Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahsia.” Umar juga berbicara kepada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan suara yang lembut. Bahkan konon khabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, kerana takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam takut akan terhapus amal mereka kerana melanggar etika berhadapan dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam.

Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi’ah. Ia berkata pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan ubat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami”

Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bertanya, “Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?” “Sudah.” kata Utbah. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.

Peristiwa ini sudah lebih ratusan tahun lalu. Kita tidak hairan bagaimana Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majlis ilmu. Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mahu mendengarkan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mahu mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah!

Ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tiba di Madinah dalam episod hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bahawa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam? “Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu.” Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawapan bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam telah menyerap di sanubari kita atau tidak.

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada di antara kalian yang ingin menuntut balas kerana perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.” Para sahabat lain terkejut, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Khabarnya Umar langsung berdiri dan siap “membereskan” orang itu. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melarangnya. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam kehairanan ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam berikan pada mereka.

Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata, “Lakukanlah!”

Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan memeluk Nabi seraya menangis, “Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah.” Seketika itu juga terdengar ucapan, “Allahu Akbar” berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahawa permintaan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tidak merasa bahawa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahawa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam sebelum Allah memanggil Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam ke hadirat-Nya.

Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati mahupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun sangat hati-hati kerana khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung di tengah jutaan umat manusia? Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na’udzu billah…..

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan dibalut serban dan tubuh yang menggigil berkata, “Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawapan kalian?” Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang menitiskan air mata. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam melanjutkan, “Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku kerana menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah…..?” Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, “Benar ya Rasul!”

Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, “Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah!”. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta kesaksian Allah bahawa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahawa kita mencintai Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. “Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam syurga yang sama dengan syurganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah”

Tips Menjaga Sahnya Ibadah Shalat

Dicatat oleh ozay wahid | 2/15/2009 02:43:00 PG | | 1 ulasan »

Syarat sah ibadah shalat adalah sebagai berikut:

  1. Suci dari hadas kecil dan hadas besar
  2. Suci dari najis
  3. Menutup aurat dengan pakaian yang suci
  4. Berdiri di tempat yang suci
  5. Mengetahui waktu masuk shalat
  6. Menghadap kiblat

Berikut ini adalah sumber najis yang dapat terbawa ke tempat shalat:

  1. Lantai toilet biasanya terkena percikan najis dan tidak disucikan. Jika kaki tidak menggunakan alas kaki, maka najis tersebut dapat menempel di kaki.
  2. Lantai yang tidak disucikan umumnya sempat terinjak oleh banyak orang yang lalu lalang dengan sepatu. Jika sepatu ini sempat menginjak najis di tempat lain, entah kotoran, bangkai, dan sebagainya, maka semua tempat yang terinjak oleh sepatu ini menjadi bernajis walaupun tampaknya bersih.
  3. Kaki yang terkena najis dan dalam keadaan basah dapat memindahkan najis ke tempat-tempat yang disentuhnya.

Dengan memperhatikan sumber najis terserbut, maka menjaga kesucian tempat shalat, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Gunakan alas kaki (sandal) pada waktu berwudlu jika lantai tempat wudlu tidak dapat dijamin kesuciannya. Saat ini kebanyakan tempat wudlu menyatu dengan toilet sehingga najis dari lantai toilet dapat berpindah ke lantai tempat wudlu tanpa disadari.
  2. Gunakan alas kaki untuk berjalan dari tempat wudlu ke tempat shalat jika antara tempat wudlu dan tempat shalat dipisahkan oleh lantai yang tidak disucikan. Lantai antara tempat wudlu dan tempat shalat biasanya tidak dapat dijamin kesuciannya, terutama jika sempat terinjak oleh sepatu. Sepatu ini dapat membawa najis dari satu tempat ke tempat lain tanpa disadari. 
  3. Jangan sampai kaki anda menyentuh lantai yang tidak suci. Jika kaki anda basah, dan menyentuh lantai yang ada najis (walaupun najis tersebut tidak kelihatan), maka najis akan menempel di kaki anda.
  4. Kesucian tempat shalat adalah tanggung jawab bersama. Jika ada 1 orang yang di kakinya ada najis menginjak tempat shalat, maka tempat shalat ini menjadi bernajis, dan semua orang yang shalat di situ shalatnya tidak sah.

Kesalahan umum yang sering terjadi di zaman ini adalah sebagai berikut:

  1. Pada waktu berwudlu kaki terkena najis karena tidak menggunakan alas kaki pada waktu berwudlu
  2. Kaki terkena najis pada waktu berjalan dari tempat wudlu ke tempat shalat karena tidak menggunakan alas kaki
  3. Pada waktu melepas alas kaki di dekat tempat shalat, kaki dalam keadaan basah sempat menginjak lantai yang tidak suci sehingga ada najis dari lantai yang menempel di kaki.

Suami Yang Soleh

Dicatat oleh ozay wahid | 2/15/2009 02:19:00 PG | | 1 ulasan »

Suami yang soleh sangat bertanggung jawab pada keluarganya
Keluarganya dibawa mencintai dan takutkan Tuhannya
Mereka dididik beribadah dan berakhlak yang mulia
Syariat Tuhannya adalah disiplin di dalam rumah tangganya

Tanggung jawab dunianya tidak dicuaikannya
Makan minum pakaian tempat tinggal diuruskannya
Tunjuk ajar nasihat dan pimpinan adalah kewajipannya yang paling utama

Kasih sayang, timbang rasa (kepada anak-anak dan isteri-isterinya) menjadi budaya
Karenah anak-anak dan isteri-isterinya dia sabar menanggungnya
Dihadapi dengan lemah lembut, tidak mengapa sekali-sekala menghukumnya
Sentiasa mendoakan mereka, berlapang dada amalan hidupnya
Kecewa dan putus asa mendidik tidak ada di dalam sikapnya

Suami yang soleh sentiasa berkhidmat dengan keluarganya
Malah sering bersimpati dengan kesusahan mereka
Urusan Akhirat sangat diutamakannya
Urusan dunia tidak pula diabaikannya, di waktu mereka memerlukannya
Kesalahan anak-anak dan isteri-isteri sentiasa dimaafkannya
Mereka dididik penuh bijaksana dengan penuh sabar & tabahnya
Rukun damai, hidup harmoni sentiasa diusahakannya
Rasa bersama bekerjasama, Tuhan diutama, keluarga bahagia
Begitulah suami yang soleh sentiasa bertanggungjawab kepada keluarga
Karena takutnya dengan Tuhannya dia sangat mengambil berat keluarganya
Anak-anaknya dan isteri-isteri sangat taat (dan menghormatinya)
kerana suaminya berwibawa dan sangat mulia


Ingatlah Kematian

Dicatat oleh ozay wahid | 2/15/2009 01:12:00 PG | | 1 ulasan »

Ingatlah kematian itu 

dari detik ke detik
dan dari saat ke saat

Justru itu Allah tidak janjikan kematian kita 
di waktu tua

Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita
disebabkan sakit
tidak pun sakit pun boleh mati juga

Oleh itu jangan senang hati
kematian pasti kan berlaku
tunggulah kematian dari nafas ke nafas
agar kita tidak angan-angan melalaikan

Ingatlah sentiasa Tuhan setiap waktu 
karena kematian kita tidak tahu

Ingatlah mati di dalam sebarang hal 
agar kita sentiasa gentar dengan Tuhan

Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

Hidup di dunia hanya sekali
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

Mengapa kita belum pun menambah amalan
sedangkan umur makin lama berkurangan
apabila sudah sampai ke sempadan akan menyesal

Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

Hidup di dunia hanya sekali
bila pergi tak akan kembali
tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

[sebuah sajak dari seorang guru sufi] 
[sajak ini ditulis tahun 1997]

PERUBAHAN PADA SETIAP MINGGU KEHAMILAN

Dicatat oleh ozay wahid | 2/10/2009 03:33:00 PTG | | 4 ulasan »

Pada usia kehamilan kita seminggu iaitu setelah 8 hari selepas proses persenyawaan berlaku, blastocyst (kini mengandungi 200 sel) merembeskan mukus untuk memberitahu kehadirannya di dalam rahim.

Masuk  minggu ke-2, blastocyst menggelembung dan sel-sel mula berkembang dan terbahagi kira-kira 2 kali sehari sehinggalah pada hari yang ke 12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut atau disauh dengan kukuh pada endometrium.

Kemudian masuk  minggu ke-3 selepas proses persenyawaan berlaku, saiz embrio terbentuk dan saiznya hanyalah sepanjang 0.08 inci/2 mm. Gen janin mula hendak membentuk dalam 3 lapisan benih(sel) daripada organ badan yang akan bergabung.

Pada  minggu ke-4 berikutnya, janin kita sudah mulai membentuk struktur asas manusia dimana sel-sel mula bergabung dan pada masa itu embrio sudah mulai memanjang kira-kira 1/4 inci / 6 mm.Pada masa ini sudah kelihatan pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung yang mengepam darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa darah daripada jantung).

Embrio akan terus membesar sehingga pada  minggu ke-5 didapati terdapat 3 lapisan iaitu ectoderm, mesoderm dan dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas. Ianya akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Manakala lapisan mesoderm pula yang berada pada lapisan tengah akan membentuk organ penting yang asas iaitu jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. 

Selain itu, kita perlu tahu bahawa dalam pembentukkan janin ini, sistem peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Akhir sekali ialah lapisan endoderm iaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk organ dalaman seperti usus, hati, pankreas dan pundi kencing.

Kalau kita gambarkan saiz janin 6 mm itu hanyalah sebesar biji tembikai sahaja. 

Pada  minggu ke-6, sekiranya pemeriksaan secara ultrasound dilakukan, kita akan dapat melihat janin sudah membentuk kepada dan badan. Biasanya getaran jantungnya juga sudah dapat dikesan.

Setelah usia janin  minggu ke-7, bentuk bayi semakin jelas terbentuk. Kepala bayi seolah-olah tertunduk dan berada dalam cecair ~ air ketuban atau amnotic sac yang akan memberikan keperluan tumbesaran bayi semasa dalam kandungan.

Untuk pengetahuan, pada usia kandungan kita  minggu ke-8, rupa bayi sudah mulai terbentuk antaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada di bawah membran kulit yang nipis. Pada masa ini juga anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun tidak berapa jelas lagi.

Saiz bayi pada usia  minggu ke-9 hanyalah sebesar sebiji anggur iaitu dalam saiz seinci. Pembentukan telinga sudah kelihatan pada masa ini. Dan yang paling mengembirakan bagi bakal ibu ialah pada saat inilah bayi kita sudah mulai mengerakkan anggota badannya. (Sudah boleh menggerakkan jejari tangan manakala jejari kakinya masih bercantum).

Pada usianya masuk  minggu ke-10, bayi kita sudah kelihatan seperti manusia yang lengkap. Pada minggu ini, payu dara puan akan sedikit membengkak kerana terdapat cecair oestrogen dan progesterone sebagai persediaan untuk menyusukan bayi kelak. 

Pada usia kehamilan minggu pertama - minggu ke 10, ibu yang hamil amat memerlukan zat besi. Dengan zat besi tersebut ianya dapat membantu ibu hamil untuk menghilangkan rasa loya, muntah-muntah serta alahan. Dengan zat besi yang mudah hadam juga dapat membantu tumbesaran janin. Antara sindromyang dapat dicegah atau dikurangkan dengan pengambilan zat besi ini ialah dapat mencegah demam, batuk, selsema,sejuk-sejuk, sakit kepala, sakit gigi dan lain-lain lagi. Paling penting ia juga turut membantu melancarkan aliran darah dan mencegah daripada masalah urat bersimpul di betis dan kaki serta menghilangkan letih dan lesu.

Pada usia kehamilan masuk  minggu ke-11, bayi dalam kandungan akan mulai suatu proses pertumbuhan yang pesat dan mula mengangkat kepala ke atas jauh daripada dadanya. Alat kelamin luar pula mula terbentuk tetapi masih kecil sehingga sukar untuk melihat jantinanya samada lelaki atau perempuan semasa membuat imbasan.

Jadi menjelang  minggu ke-12 iaitu usia kehamilan 3 bulan, kebanyakan wanita akan mula kelihatan tanda-tanda fizikal tentang kehamilannya. Sekarang bayi akan membesar dengan cepat. Saiz bayi dalam kandungan akan bertambah beberapa milimeter setiap hari. Wajahnya juga semakin jelas. 
Jari jemari kaki dan tangan mula terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. Berat bayi pada masa ini adalah kira-kira satu aun (28g) dan panjangnya dalam 8 cm.

Risiko keguguran berkurangan pada  minggu ke-12 kerana bayi semakin kukuh kedudukannya. Pada masa ini bayi dah boleh menguap, menggeliat, memusing badan tetapi kerana saiznya yang masih kecil kita tidak akan dapat merasakan sebarang pergerakan.

Minggu ke-13, kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain-lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar tumbesaran kepala. Berat bayi kita kini boleh mencecah kira-kira 30g. Kuku kaki dan tangan juga mula tumbuh. Pada masa ini puan mungkin akan mengalami perubahan ketara akibat perubahan hormon yang berlaku dalam badan. Sebagai contoh rembesan minyak menyebabkan wajah kita berbintik-bintik. Kita perlu banyak meminum air suam/masak serta membersihkan muka sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.

Masuk  minggu ke-14 degupan jantung bayi akan semakin kuat dan kita sudah boleh mendengarnya melalui ujian imbasan. Lajunya adalah 2 kali ganda kelajuan jantung kita. Pada masa ini bayi kelihatan kurus kerana belum terdapat lapisan lemak. Kulitnya juga sangat nipis sehingga kita dapat melihat saluran darahnya. Pada tahap ini juga biasanya ibu hamil akan mengalami masalah sembelit kerana pergerakan usus cenderung diperlahankan semasa hamil. Jadi elakkan daripada memakai pakaian yang ketat atau sendat agar puan-puan berada dalam keadaan yang selesa.

Minggu seterusnya iaitu  minggu ke-15, bayi kita sudah mampu menggenggam tangannya dan menghisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup dan akan terus kekal sedemikian sehingga minggu ke-26. Walaupun begitu bayi boleh mengetahui perubahan cahaya ketika ini. Bayi kita juga sudah boleh menelan. Puan akan merasa perubahan ketara kerana garis pinggang kita akan mengembang dan jantung mula berdegup 20% lebih pantas kerana isipadu darah mengalir dalam badan telah meningkat.

Jadi banyakkan senaman ringkas atau puan juga boleh melakukan aktiviti berenang untuk meringankan simptom kehamilan dan menyediakan stamina manjadi lebih kuat ketika proses kelahiran kelak. 

Minggu ke-16. Kehamilan puan kini sudah hampir 4 bulan. Pada masa ini badan kita perlu senantiasa sihat dan bertenaga. Bayi kita telah terbentuk sepenuhnya dan perlu diberikan nutrien yang secukupnya oleh plasenta. Bayi kita mula menerima nutrien dari plasenta sejak minggu ke-14. Kini bayi dalam kandungan telah mempunyai tulang yang kuat dan dia juga sudah boleh mendengar bunyi-bunyian untuk pertama kali.

Minggu ke-17, rambut, kening, bulu mata bayi kita mulai tumbuh sementara garis kulit pada hujung jari juga mula terbentuk. Antara keajaiban Allah s.w.t pada saat ini ialah bayi kita telah mempunyai cap carinya yang tersendiri. Walaupun pada masa ini panjang bayi hanya kira-kira 16 cm sahaja iaitu seperti sebatang pen. Puan mungkin akan alami sembelit akibat sistem usus yang perlahan. Rahim kita pula akan semakin membesar dan menekan pundi kencing. Jadi amalkan pada minggu ini, meminum lebih banyak air masak dan memakan makanan berserat, jus buah-buahan serta sayur-sayuran hijau. 

Kini kita menyorot pula perkembangan pada  minggu ke-18. Walaupun matanya masih lagi tertutup, bayi dalam kandungan kita sudah dapat mengenalpasti cahaya terang menerusi dinding rahim. Bayi kita dapat mendengar degupan jantung kita pada masa ini. Bayi dalam kandungan juga telah mula berbaring pada lelemak yang boleh memanaskan badannya.

Pengaliran oestrogen dan progesterone semakin meningkat dalam badan semasa kehamilan puan masuk  minggu ke-18 ini. Ia bertujuan untuk melembutkan serta membesarkan serviks untuk proses bersalin. Kesan yang sama pada selaput mukus dihidung juga berlaku yang boleh menyebabkan berdarah.

Seterusnya kita mengikuti perkembangan  minggu ke-19. Bayi akan mula mengeluarkan bahan berwarna putih yang tebal dan berkrim untuk menyelaputi keseluruh tubuhnya. Ia dikenali sebagai verniks dan berfungsi untuk melindungi kulitnya daripada cecair amniotik yang mengelilinginya. Jadi apabila bayi kita lahir kelak bayi kita tidak akan kelihatan seperti tidak mandi selama sembilan bulan. Sesetengah ibu akan berlaku kesan stretchmarks atau tanda calar pada bahagian perut. Hampir 90% wanita akan mengalaminya.

Minggu ke-20. Pertumbuhan bayi dalam kandungan puan saat ini adalah agak perlahan kerana memberi peluang kepada paru-paru dan sistem penghadaman serta imunnya untuk matang. Saiz bayi ketika ini ialah kira-kira 25 cm panjang dan mempunyai berat dalam lingkungan 340 g. 

Pigmentasi pada kulit kita mungkin berlaku dengan lebih ketara tetapi ianya akan hilang selepas bersalin nanti. Payu dara kita juga saat ini sedang menghasilkan kolostrum iaitu sejenis bahan cecair keruh (warnanya) yang berfungsi untuk membekalkan semua bahan yang diperlukan oleh bayi kita pada hari pertama selepas lahir. Jangan cuba memicit cecair itu. 

Selain itu puan juga akan sering mengalami masalah gusi berdarah dan peningkatan keluaran cecair dari faraj. Sendi dan ligamen-ligamen badan juga akan menjadi kendur. Kita akan lebih kerap merasa sakit pada bahagian belakang badan serta ketegangan dibahagian lain.

Pada  minggu ke-21, kita akan mengalami banyak perubahan sementara bayi dalam kandungan pula membesar dengan perlahan. Jadi penjagaan kesihatan agar senantiasa sihat dan bertenaga amat penting. Kita perlu elakkan daripada melakukan kerja-kerja berat yang boleh membebankan bahagian belakang. Malah kita perlu mengelakkan dari memakai kasut bertumit tinggi. 

Seterusnya  minggu ke-22. Struktur gigi bayi kita mula berkembang. Pergerakan bayi kita juga menjadi semakin aktif. Puan sebaiknya-baiknya memberikan tindakbalas dengan setiap gerakan, tendangan atau bunyi dalam uterus tersebut. Pada masa ini puan sudah boleh perdengarkannya dengan alunan zikir dan ayat-ayat suci Al-Quran untuk memberikan pendedahan dan didikan awal sejak dalam kandungan lagi. Dekatkan perakam atau pemain cakera padat dekat dengan perut puan. InsyaAllah bayi kita yang bakal lahir akan menjadi anak-anak yang pintar lagi soleh. Belailah gerakan bayi anda dengan penuh kasih sayang.

Kini kita di  minggu ke-23. Pada masa ini tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan baik. Jari-jemarinya juga terbentuk dengan baik. Perubahan yang berlaku pada puan untuk minggu ini amat baik. Antaranya ialah rambut, tekstur kulit, kuku da warna kulit. Rambut kita akan menjadi lebat dan berkilauan. Kulit pula akan menjadi bertambah gebu, licin dan lembut.

Pada minggu ke-24 pula, puan akan merasa gembira, sihat dan berpuas hati dengan perjalanan kehamilan puan. Kita akan dapati berat badan kita bertambah secara normal. Perlu kita ketahui bahawa pada minggu ini kedudukan kepala bayi lazimnya berada pada bahagian bawah. Manakala kulit bayi akan menjadi semakin menebal. Namun jangan terkejut sekiranya puan dapati muka menjadi sembap dan membengkak pada ketika ini. Ini kerana tubuh sudah mula menyimpan air yang berlebihan. 


Fenomena yang sering berlaku pada  minggu ke-25 dan minggu ke-26 ialah badan kita akan senantiasa berpeluh dan berasa panas. Bagi menghilangkan rasa panas tersebut, minumlah banyak air. Untuk mengelakkan dehidrasi semasa bekerja terutama ketika berada dalam penghawa dingin (aircond), basahkan tuala kecil dan lapkan pada bahagian muka, leher, dada, peha dan perut. Pakailah pakaian yang longgar untuk keselesaan. Pada minggu ini saiz bayi kita sudah mencapai 33 cm.

Sekarang  minggu ke-27, bayi kita sudah mulai pandai menghisap ibu jari dan menelan air panas (cecair amnion) yang mengelilinginya. Air yang ditelan itu akan keluar daripada badannya sebagai air kencing. Tunas rasa bayi pada masa ini baru terbentuk. Ia sudah bleh bertindakbalas kepada rasa manis, masam dan pahit. Kelenjar peluhnya juga sudah mulai terbentuk dan bayi sudah boleh batuk dan tersedu. Sepanjang kehamilan ini kita amat digalakkan memakai pakaian yang diperbuat dari kain kapas yang boleh menyerap haba dengan baik. 

Kini masuk  minggu ke-28, bermakna kita hanya tinggal lagi 3 bulan sebelum saat kelahiran yang ditunggu-tunggu tiba. Puan mungkin akan menjadi sedikit pelupa, kekok dan agak janggal. sepanjang bulan-bulan terakhir ini, bayi kita juga telah mula menyimpan bekalan lemak dalam badan. Selain itu puan juga mungkin akan mengalami sakit ulu hati, senak dan kadang-kadang kejang pada bahagian betis. Jangan terkejut jika kita akan berhadapan dengan kontraksi. Ia bukan kontraksi untuk melahirkan tetapi ia sebalik adalah kontaksi kecil yang dipanggil iBraxton Hiksi. Sepanjang kehamilan kita cuba elakkan daripada berfikir perkara-perkara buruk atau negetif. Banyakkan membaca majalah-majalah atau menonton rancangan tv yang berfaedah untuk minda dan perkembangan kehamilan kita. 

Kali ini kita akan mengikuti minggu yang seterusnya sepanjang perjalanan kehamilan kita selama tempoh 9 bulan.

Minggu ke-29. Postur kita akan kelihatan lebih besar pada bahagian hadapan. Pada masa ini kulit bayi dalam kandungan semakin merah. Namun ia kelihatan agak berkedut sedikit dan lelemak sudah mula terkumpul pada bahagian bawah kulit. Kelopak matanya juga telah terbuka dan sistem pendengaran telah terbentuk dengan sempurna.

Seterusnya  minggu ke-30. Puan perlu banyak berehat. Jika puan tidak bekerja, pastikan puan mendapat rehat yang cukup pada hari siang. Pada waktu malamnya pula, pastikan puan tidur awal dan dapat tidur dengan selesa. Tips tidur - angkat sedikit kaki dan letakkan beberapa biji bantal di bawahnya. Jadi minggu-minggu terakhir ini kita secara rumusannya perlukan rehat yang cukup dan selesa.

Memasuki  minggu ke-31. Bagi sesetengah wanita hamil akan mendapati tanda kesan regangan merah pada perutnya. Manakala pada payu daranya pula akan kelihatan salur darah yang agak jelas timbul. Ketika ini kedudukan kepala bayi masih berada di bawah. Panjang badannya kini boleh mencecah 37 cm dengan berat 900 g.

Minggu ke-32 pula, bayi kita telah mengalami pertambahan berat badan. Ia mencapai 1.6 kg. Secara normal kedudukan kepala bayi masih berada di bawah. Menyentuh soal hubungan suami isteri pula, sesetengah wanita hamil akan berasa bimbang apabila melakukan persetubuhan kerana takut ia mencederakan bayi yang dikandung. Sebenarnya, puan-puan tidak perlu risau untuk melakukan hubungan seks ketika ini kerana ia tidak akan mencederakan bayi.

Minggu ke-33, bayi kita telah memiliki rupa parasnya yang tersendiri. Rupa inilah nanti yang bakal puan lihat apabila dia lahir kelak. Malah, bayi kita juga sudah boleh membezakan antara terang dengan gelap. Sebagai ibu, inilah masanya puan perlu mendapatkan seberapa bayak rehat yang boleh. Cubalah berbaring sebentar pada waktu tengahari kerana puan mungkin penat ekoran membawa perut yang membesar.

Minggu ke-34, kedudukan bayi pada ketika ini telah betul-betul berada pada pintu rahim. Panjang bayi kira-kira 40.5 cm. Sekarang bayi puan telah terbentuk dengan sempurna dan badannya juga sudah seimbang. Masa ini lemak semakin terkumpul dengan pesatnya di bawah kulit bayi. Jadi bayi kelihatan agak tembam.

Minggu ke-35 pula, akan berlaku perubahan pada diri puan. Puan akan merasai kesukaran untuk bernafas, membuang air kecil dengan lebih kerap dan seringkali tidak dapat mengawal air kencing apabila terbatuk, bersin, atau tertawa dengan kuat. Manakala garisan gelap yang mengarah ke bawah perut sudah menjadi lebih ketara dan menonjol. Puan perlu melakukan beberapa senaman termasuklah senaman pelvik untuk menguatkan rahim.

Bagi mereka yang bekerja,  minggu ke-36 pula sewajarnya sudah mengambil cuti dan berehat di rumah. Puan perlu mengelakkan keletihan dan kelesuan. Senantiasa angkat kaki dan letakkan di atas bantal ataupun objek tinggi untuk mengelakkan urat timbul atau "varicose vein" dan bengkak kaki. Bayi pada masa ini sudah membesar dan saiznya memenuhi ruang uterus puan pada ketika ini. Puan akan berasa perut puan begitu penuh, sarat dan sukar untuk membuat sebarang pergerakan.

Bila sudah tiba  minggu ke-37, kepala bayi mungkin sudah turun ke ruang pelvik. Bonjolan ketara pada perut akan semakin membesar. Bentuk bayi dalam kandungan juga semakin membulat dan kulitnya bertukar menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah sebanyak 5 cm. Kuku lembut telah terbentuk pada hujung jari tangan dan kaki.

Pada  minggu ke-38, puan tentu akan dapat merasa keadaan pundi kencing yang sedikit tertekan dan ini akan menyebabkan kita kerap mahu membuang air kencing. 

Puan seterusnya akan memasuki  minggu ke-39, saat hampir bersalin minggu kedua terakhir sebelum bersalin. Perut kita sudah begitu besar dan berat. Buat masa ini kita perlu fokuskan fikiran kepada perkara-perkara positif dan bayangkan pemandangan indah. Kita perlu pastikan segala persediaan untuk melahirkan telah siap dikemas dan diletakkan di tempat yang muda diambil.

Minggu ke-40 adalah minggu terakhir dan memasuki minggu ini adlaah saat yang ditunggu-tunggu. Puan akan merasa tidak selesa dan tegang pada bahagian abdomen dan akan merasa sedikit gatal. Puan juga akan muali rasa kebas pada bahagian kaki. Bayi kita dalam kandungan kini telah bersedia untuk dilahirkan. Panjangnya sudah 51 cm dan beratnya telah menjangkau 3.4 kg. Jadi impian puan dan suami kini akan menjadi kenyataan dalam sedikit masa sahaja lagi.